Tuesday, 17 June 2014

Apa Ini ?


Ketika melihat kenyataannya, saya hanya duduk sambil berpura-pura menyimak dosen yang mencoba menyimpulkan materi yang kurasa lebih mirip lagu nina bobo.
Entahlah . . .
Aku mulai muak dengan bangku perkuliahan yang mungkin tak pernah mengajarkan permasalahan nyata kehidupan dan justru banyak tugas dan catatan yang ku kira partitur lagu kegundahan ujung usia muda.

Beritahu aku apa tujuan dari semua ini ???





Diam, Ruang2 ukuran 4 x 6 
tempat saksi bisu para insan mahasiswa semester 4
"Aku termenung . . ."




Friday, 6 June 2014

It's True


Apa kamu pernah ngerasain ada dititik dimana kamu merasa selalu sendiri ?

saat kamu merasa kesepian ?

saat kamu merasa apa yang kamu miliki sekarang belum bisa bikin kamu bahagia ?

saat kamu merasa hidup kamu ga ada artinya ?

saat kamu merasa pengorbanan buat seseorang itu ternyata sia-sia ?

saat kamu merasa sedih karena ditinggalin ?

saat kamu udah ga kuat lagi buat pura-pura tegar ?

saat kehilangan orang yang kamu sayang ?

saat kamu butuh seseorang buat jadi moodboster kamu tapi no one there ?

saat kamu udah bisa buka hati untuk orang lain,
 tapi dia juga yang buat kamu kembali terpuruk karena cinta ?

saat kamu merasa semua orang sama aja ?

saat kamu merasa capek banget ngejalanin hidup ?

saat kamu pengen banget hilang ingatan ?

saat kamu kangen sama saat bareng-bareng orang yang disayang ?

saat kamu harus merelakan kepergian seseorang demi kebahagiannya ?

saat kamu merasa sedih tapi cuma bisa dipendem sendiri ?

saat kamu pengen marah tapi ga ada yang harus disalahin ?


saat kamu sayang sama orang tapi kamu disia-siain ?

saat kamu bertahan untuk seseorang, tapi dia ninggalin kamu untuk orang lain ?

saat kamu memprioritaskan seseorang tapi dia menjadikan kamu sebagai pilihan ?

saat kamu merasa pengen balikin semuanya kaya waktu dulu ?

saat kamu pengen semuanya berjalan seperti apa yang kamu mau ?

saat kamu mau orang-orang yang kamu sayang selalu ada disisi kamu ?

saat kamu mempertahankan sebuah benteng kuat dalam sebuah hubungan tapi seseorang datang menghancurkan semuanya ?


I felt everything. I wrote. It's so sad. . .
But, I've to be strong enough to face my new beginning there :)))



Thursday, 8 May 2014

Aku Pergi Iya. Kan Sudah Ada Dia . .



Kisah kita sudah berakhir hampir 8 bulan. Tetapi semuanya masih terlihat sama sampai sekarang. Sapamu, senyummu, tatapanmu, tingkahmu bahkan sampai perhatianmu kepadaku. Aku tak tahu apa arti ini semua. Semuanya terlihat seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Semuanya terlihat seperti tidak pernah ada kata perpisahan. Jika kita bersama mengingat awal pertemuan kita, semuanya terlihat indah. Aku tidak pernah membayangkan kita berjalan sampai sejauh ini. Melawan perbedaan, melangkah menyusuri jalan, dan mewarnai kehidupan satu sama lain. 

 Seminggu setelah kepergianmu, aku membiasakan diri tanpa hadirmu disisiku. Aku tetap melakukan rutinitasku seperti biasanya. Dan kamu . .  tetap berlalu lalang dihadapanku. Aku mencoba untuk tidak peduli, untuk tidak melihat bahwa kamu ada dihadapanku. Tapi semuanya terasa berat, mataku enggan menolak. Hatiku tak bisa berbohong bahwa aku, ingin melihatmu.

Suatu ketika, kamu menghubungiku dan kita saling menyapa hingga akhirnya kita kembali dekat. Aku baru tau ternyata kedekatan kita hanya sebuah hubungan baik sebagai mantan kekasih. Aku mendapat kabar bahwa sebenarnya kamu sudah memiliki penggantiku. Apa kamu tau apa yang aku rasakan saat itu ? Semua terasa sesak seakan berakhir begitu saja. Semua terasa gelap seperti cahaya yang tidak pernah menyala.
Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa. Untuk melarangmu saja aku tidak memiliki hak. Tapi, apakah kamu pernah menghargai sedikit perasaanku ?

Sampai saat itu aku sadar bahwa aku memang tidak lagi menjadi orang nomor satu didalam hatimu.
 Ternyata aku salah menafsirkan semua perlakuanmu terhadapku. Semua terasa sakit dan akan lebih menyakitkan lagi jika aku terus menerus larut dalam kisah cinta ini. Jika aku tau akhirnya seperti ini, aku tak ingin kedekatan ini terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu saat menyapaku, aku tak ingin membalas semua pesan singkatmu yang lugu tapi manis. Bisakah kau bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka hanya karena ia tak tau bagaimana perasaan orang yang dicintainya ? Bisakah kau bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu bersamanya ?

Aku menulis ini ketika mataku tak kuat menahan tangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak kuat untuk berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir. Meskipun tak pernah benar-benar tinggal. 
Aku hanya persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.

Semua berlalu dan semua cerita pasti punya akhir.
Akhir yang ku pilih adalah pergi dari kehidupanmu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan juga merelakan. . .




Untuk teman saya, yang tidak saya sebutkan namanya . .
Kuatlah teman,
Sederas apapun hujan akan tiba saatnya pelangi itu datang :")





"Aku pergi ya, Kan sudah ada dia . . . "




Apa Ini ?


Ketika melihat kenyataannya, saya hanya duduk sambil berpura-pura menyimak dosen yang mencoba menyimpulkan materi yang kurasa lebih mirip lagu nina bobo.
Entahlah . . .
Aku mulai muak dengan bangku perkuliahan yang mungkin tak pernah mengajarkan permasalahan nyata kehidupan dan justru banyak tugas dan catatan yang ku kira partitur lagu kegundahan ujung usia muda.

Beritahu aku apa tujuan dari semua ini ???





Diam, Ruang2 ukuran 4 x 6 
tempat saksi bisu para insan mahasiswa semester 4
"Aku termenung . . ."




It's True


Apa kamu pernah ngerasain ada dititik dimana kamu merasa selalu sendiri ?

saat kamu merasa kesepian ?

saat kamu merasa apa yang kamu miliki sekarang belum bisa bikin kamu bahagia ?

saat kamu merasa hidup kamu ga ada artinya ?

saat kamu merasa pengorbanan buat seseorang itu ternyata sia-sia ?

saat kamu merasa sedih karena ditinggalin ?

saat kamu udah ga kuat lagi buat pura-pura tegar ?

saat kehilangan orang yang kamu sayang ?

saat kamu butuh seseorang buat jadi moodboster kamu tapi no one there ?

saat kamu udah bisa buka hati untuk orang lain,
 tapi dia juga yang buat kamu kembali terpuruk karena cinta ?

saat kamu merasa semua orang sama aja ?

saat kamu merasa capek banget ngejalanin hidup ?

saat kamu pengen banget hilang ingatan ?

saat kamu kangen sama saat bareng-bareng orang yang disayang ?

saat kamu harus merelakan kepergian seseorang demi kebahagiannya ?

saat kamu merasa sedih tapi cuma bisa dipendem sendiri ?

saat kamu pengen marah tapi ga ada yang harus disalahin ?


saat kamu sayang sama orang tapi kamu disia-siain ?

saat kamu bertahan untuk seseorang, tapi dia ninggalin kamu untuk orang lain ?

saat kamu memprioritaskan seseorang tapi dia menjadikan kamu sebagai pilihan ?

saat kamu merasa pengen balikin semuanya kaya waktu dulu ?

saat kamu pengen semuanya berjalan seperti apa yang kamu mau ?

saat kamu mau orang-orang yang kamu sayang selalu ada disisi kamu ?

saat kamu mempertahankan sebuah benteng kuat dalam sebuah hubungan tapi seseorang datang menghancurkan semuanya ?


I felt everything. I wrote. It's so sad. . .
But, I've to be strong enough to face my new beginning there :)))



Aku Pergi Iya. Kan Sudah Ada Dia . .



Kisah kita sudah berakhir hampir 8 bulan. Tetapi semuanya masih terlihat sama sampai sekarang. Sapamu, senyummu, tatapanmu, tingkahmu bahkan sampai perhatianmu kepadaku. Aku tak tahu apa arti ini semua. Semuanya terlihat seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Semuanya terlihat seperti tidak pernah ada kata perpisahan. Jika kita bersama mengingat awal pertemuan kita, semuanya terlihat indah. Aku tidak pernah membayangkan kita berjalan sampai sejauh ini. Melawan perbedaan, melangkah menyusuri jalan, dan mewarnai kehidupan satu sama lain. 

 Seminggu setelah kepergianmu, aku membiasakan diri tanpa hadirmu disisiku. Aku tetap melakukan rutinitasku seperti biasanya. Dan kamu . .  tetap berlalu lalang dihadapanku. Aku mencoba untuk tidak peduli, untuk tidak melihat bahwa kamu ada dihadapanku. Tapi semuanya terasa berat, mataku enggan menolak. Hatiku tak bisa berbohong bahwa aku, ingin melihatmu.

Suatu ketika, kamu menghubungiku dan kita saling menyapa hingga akhirnya kita kembali dekat. Aku baru tau ternyata kedekatan kita hanya sebuah hubungan baik sebagai mantan kekasih. Aku mendapat kabar bahwa sebenarnya kamu sudah memiliki penggantiku. Apa kamu tau apa yang aku rasakan saat itu ? Semua terasa sesak seakan berakhir begitu saja. Semua terasa gelap seperti cahaya yang tidak pernah menyala.
Aku sadar, aku memang bukan siapa-siapa. Untuk melarangmu saja aku tidak memiliki hak. Tapi, apakah kamu pernah menghargai sedikit perasaanku ?

Sampai saat itu aku sadar bahwa aku memang tidak lagi menjadi orang nomor satu didalam hatimu.
 Ternyata aku salah menafsirkan semua perlakuanmu terhadapku. Semua terasa sakit dan akan lebih menyakitkan lagi jika aku terus menerus larut dalam kisah cinta ini. Jika aku tau akhirnya seperti ini, aku tak ingin kedekatan ini terjadi. Aku tak ingin mendengar suaramu saat menyapaku, aku tak ingin membalas semua pesan singkatmu yang lugu tapi manis. Bisakah kau bayangkan rasanya jadi orang yang setiap hari terluka hanya karena ia tak tau bagaimana perasaan orang yang dicintainya ? Bisakah kau bayangkan rasanya jadi aku yang setiap hari harus melihatmu bersamanya ?

Aku menulis ini ketika mataku tak kuat menahan tangis. Aku menulis ini ketika mulutku tak kuat untuk berkeluh. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir. Meskipun tak pernah benar-benar tinggal. 
Aku hanya persinggahan, tempatmu meletakkan segala kecemasan, lalu pergi tanpa janji untuk pulang.

Semua berlalu dan semua cerita pasti punya akhir.
Akhir yang ku pilih adalah pergi dari kehidupanmu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan juga merelakan. . .




Untuk teman saya, yang tidak saya sebutkan namanya . .
Kuatlah teman,
Sederas apapun hujan akan tiba saatnya pelangi itu datang :")





"Aku pergi ya, Kan sudah ada dia . . . "